Ini Alasan Kabid Disperkimtan Soal Lambatnya Pembangunan Lapas Kelas II A Bekasi.

  • Whatsapp

Bekasi – Kepala Bidang pada Dinas Kawasan Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan Kota Bekasi, Indryd Arieswaty menepis bahwa pelaksanaan pembangunan gedung Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A dinilai lamban.” Itu sudah beres dan sudah mulai dikerjakan,” tepisnya ketika dikonfirmasi Kamis, (8/3/2018)

Menurutnya, untuk pelaksanaan pembangunan gedung Lapas Kelas II A itu, selain menunggu lelang terkait aset melalui proses KPKNL, pihaknya juga masih menunggu pembongkaran bangunan tersebut. Dimana pembongkaran tersebut, proses apresialnya harus melalui Kanwil

“Jadi itu bukan lambat, tapi masih berproses, Kok itu harus dijelasin sih.” kesal Indri menjawab pernyataan Kalapas yang menilai lambatnya pelaksanaan pembangunan gedung Lapas Kelas IIA Kota Bekasi senilai Rp74 miliar

Kata Indry, sebelumnya pernah menanyakan mengapa pelaksanaan pembangun tidak diproses, namun menurut bagian perencanaan masih memproses desainnya.”Contohnya, pagar pengaman bisa saja ada perubahan volume dan ukurannya. Makanya harus diverifikasi lagi. Soalnya ini kan menyangkut RAB,” pungkasnya

Sebelumny, Kepala Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulak Kapal Kota Bekasi, Hendra Ekaputra mengatakan, pembangunan lapas kelas II A yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dinilai sangat lambat

Akibatnya, ada ratusan warga binaan di Lapas Kelas II A Bulak Kapal ini dipindahkan ke beberapa lapas seperti lapas III Cikarang dan Lapas Cipinang Jakarta

“Pembangunannya baru jalan. Kalau saya bilang itu sangat lambat yah mas. Padahal terget saya, Bulan Mei ini uda harus jadi. Sementara ini udah bulan Maret. Tiang pancangnya aja belum ada.” kata Hendra saat ditemui Teropong Indonesia.com dikantornya Rabu, 7 Maret 2018

Ia menuturkan, pembangunan lapas ini seharusnya sudah bisa berjalan pada awal bulan Desember namun hingga saat ini belum ada bentuknya. Dirinya pun enggan mengatahui penyebab lambannya pembangunan tersebut

“Kalau secara adminitrasi, Saya ga tahu ya mas. Itu kan urusan pemda dengan kontraktor. Saya cuma penonton. Saya kan bisanya hanya ngawasin. Sebab kita tidak punya kewenangan untuk menggejot percepatan pembangunan tersebut,” tutur Hendra

Menurut dia, jika pelaksanaan ini dilakukan dengan profesional dan tidak lambat, maka pembangunan pasti sudah selesai,” Kan uda marketnya. Apalagi, duitnya juga sudah siap. Tinggal bagaimana managemen kerjanya,” kata mantan Kalapas Teluk Dalam Banjarmasin ini

Meskipun begitu, Hendra berharap pembangunan ini bisa terlaksana sesuai waktu yang sudah ditetapkan. Apalagi, menurutnya, proyek ini merupakan proyek Nasional sekaligus proyek percontohan se Indonesia karena dihadiri langsung oleh Kemenkumham

“Ini proyek gak main-main, Sebab tidak semua Lapas yang dibantu Pemda bisa begini. Ini luar biasa,” tukasnya (ton)

Pos terkait