Dinas LH Bekasi Ajak Perusahaan Peduli Lingkungan Melalui Program Proper

  • Whatsapp

BEKASI, TEROPONG INDONESIA.com – Berbagai langkah dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (Dinas LH) Kota Bekasi untuk menyelamatkan lingkungan dari pencemaran, diantaranya melalui program proper, yaitu penilaian peringkat kinerja perusahaan.

Kepala Dinas LH Kota Bekasi, Jumhana Luthfi mengatakan melalui proper ini, Dinas LH mengajak perusahaan untuk mengelola lingkungan hidup melalui instrumen informasi.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan proper mendorong agar perusahaan mentaati peraturan perundang undangan tentang lingkungan hidup melalui insentif dan dis-insentif reputasi, selain itu mendorong produksi bersih (cleaner production).” ucap Luthfi

Menurutnya, kegiatan proper ini akan memberikan kontribusi positif untuk penilaian Adipura. Dinas LH akan melakukan pembinaan kepada perusahaan perusahaan melalui Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH), melalui pembinaan yang dilakukan petugas PPKLH akan menentukan kondisi penilaian dilapangan.

“Bagi perusahaan yang ditinjau tapi belum memenuhi aturan, akan diberikan surat teguran berisi saran dan perbaikan. Dan sampai sejauh ini perusahaan perusahaan telah melakukan perbaikan.” ucapnya.

Masih menurut Lutfi, terdapat korelasi antara perusahaan yang sudah proper dan patuh pada aturan pengelolaan lingkungan dalam mendukung Adipura. Minimal, perusahaan perusahaan tidak mencemari lingkungan, dan melaksanakan CSR di sekitarnya yang dapat mengubah kawasan kumuh menjadi bersih.

Karena itu, perusahaan perusahaan yang berproper hijau dan ingin meningkat menjadi proper emas harus lebih meningkatkan kualitas CSR.

“Kegiatan CSR harus berguna untuk membangun pemberdayaan masyarakat sekitar, dari slum area menjadi productive area.” terangnya.

Sementara, Kepala Bidang PPKLH, Mas Sriwati mengatakan ada beberapa perusahaan yang sudah semakin baik dan akan diajukan untuk dinilai berdasarkan dari limbah, volume limbah, hingga besaran investasi perusahaannya.

“Perusahaan yang berpredikat proper biru menandakan perusahaan itu telah memenuhi ketentuan perundang undangan serta mengelola lingkungan sesuai dengan yang disyaratkan seperti sudah melakukan pelaporan, swapantau, dan perbaikan.” ucap Sriwati

Lanjutnya, bila perusahaan hendak naik peringkat ke proper hijau, maka perusahaan harus mengelola lingkungan lebih dari yang disyaratkan (beyond compliance) melalui pelaksanaan sistem pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya secara efisien, serta menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan yakni CSR yang baik.

Sriwati pun berharap, perusahaan yang sudah mempunyai dokumen lingkungan hidup dan telah menandatangani pernyataan dokumen lingkungan agar bisa melaksanakan isi surat pernyataan.

“Bagaimana pun kondisi bisnis perusahaan, komitmen harus tetap dijalankan, aturan harus ditegakkan, perusahaan yang tidak mau melaksanakan maka akan kami tegur.” ucapnya.

Dari hasil pemantauannya dilapangan, ada beberapa perusahaan yang belum memenuhi aturan disebabkan karena tim SDM di perusahaan yang belum menguasai pengelolaan lingkungan.

“Meski sudah mempunyai instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), kalau operatornya tidak mengerti, hasil pengelolaannya tidak optimal. Seharusnya operator instalasi diberi pelatihan, mereka harus dikirim untuk mengikuti pelatihan.” ujarnya.

Sambungnya, meski Dinas LH memiliki kewenangan melakukan pelatihan, namun alokasi anggarannya terbatas. Untuk itu kami sarankan agar setiap perusahaan bisa mengirimkan beberapa operatornya ke sejumlah lembaga yang kerap melakukan pelatihan, diantaranya PSL (Pusat Studi Lingkungan), ITB, UI, atau Kementerian Lingkungan Hidup.

Selain memantau, Mas Sriwati mengatakan bahwa Dinas LH tetap memberikan pembinaan, masukan, dan informasi kepada pengelola perusahaan dalam  pengelolaan lingkungan hidup (ADV)

Pos terkait