Warga Kecewa, Pemkot Bekasi Lamban Tangani Pencegahan Banjir.

  • Whatsapp

BEKASI, TEROPONG INDONESIA.com – Selama 4 jam diguyur hujan deras, sejumlah wilayah di Kota Brkasi terendam banjir. Salah satunya di SDN 3 Rawa Bambu yang terletak di RT 01/03 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medan Satria dengan ketinggian air mencapai 70 cmMenurut salah satu warga, Burhan (45) bahwa, wilayah Rawa Bambu ini merupakan salah satu kawasan langganan banjir di Kota Bekasi. Soalnya kata dia, sungai Kalibaru yang melintasi wilayahnya, kian dangkal dan tidak mampu menampung luapan air saat debit air hujan turun berlebih.“Ada dua RW dan 5 RT yang kena banjir,” katanya di lokasi, Kamis (15/2/2018) petang.

Ia mengungkap, mayoritas warga sudah merasa letih dan tidak tahan akan musibah banjir ini. Apalagi, kata dia, selama tiga tahun belakangan wilayahnya selalu kebanjiran.

Muat Lebih

 

Belum lagi harus membersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumah usai banjir. Selain itu tidak sedikit warga yang terkena penyakit dan mengalami harta benda yang rusak akibat terendam banjir tersebut.

“Februari, tahun lalu, Gubernur Jawa Barat dan Walikota melakukan peninjauan langsung ke sini. Janjinya sih mau buat kolam retensi. Boro-boro kolam, dikeruk aja enggak, tuh sungainya,” ucap dia dengan nada kecewa.

Ia melihat, jika kinerja pemerintah, khususnya Pemerintahan Kota Bekasi lamban dalam penanganan pencegahan banjir. Mereka pun kecewa dan sepakat untuk tidak terlibat dalam pemilihan kepala daerah yang akan berlangsung pada pertengahan tahun 2018 ini.

“Cape pak, janji-janji terus. Nanti pas Pilkada, juga janji lagi,” tegasnya.

Karena itu, warga berharap, Pemkot Kota Bekasi dapat sesegera mungkin mencari solusi efektif terkait banjir yang kerap melanda wilayahnya.

READ  BPBD Cuma Punya 3 Perahu Karet, Ini Kata Mas Tri Adhianto

“Ya, kedepannya warga juga berencana akan bergotong royong untuk mengeruk alur sungai. Daripada nunggu pemerintah,” pungkasnya.

Senada diungkapkan Tono (43) warga Rawa Bugel Bekasi Utara, yang menilai, Pemkot Bekasi tidak profesional menangani permasalahan banjir. Padahal, kata dia, anggaran yang digelontorkan mulai dari APBD, Pemprov Jabar maupun APBN untuk penanganan banjir di Kota Bekasi lebih dari cukup,” Namun, dari tahun ke tahun hasilnya belum juga dirasakan warga Bekasi,” ucap warga RW 25 Harapan Jaya Kecamatan Bekasi Utara itu (ton)

Advertisement

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.