Wali Kota Bekasi Dituding Teror Warga Korban Gusuran Pekayon

  • Whatsapp

BEKASI, TEROPONG INDONESIA.com.- Kembali, Warga  Pekayon Bekasi Selatan korban pengggusuran Pemerintah Kota sejak tahun 2015 lalu lakukan aksi unjuk rasa di kantor Wali Kota Bekasi Rabu, (10/1/2018)

Dalam orasinya, warga yang mengatasnakan Forum Korban Penggusuran Bekasi menuding Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi telah melakukan teror dan intimidasi melalui warga RW 17 Kelurahan Jakasetia Kecamatan Bekasi Selatan. Tidak itu saja, warga yang sudah tinggal selama 25 tahun di atas lahan PUPR milik Perum Jasa Tirta II itu, juga diancam oleh sejumlah oknum preman yang duduga orang suruhan Wali Kota Bekasi yang akan merobohkan posko yang dibangun warga sebagai tempat perlindungan mereka

Bacaan Lainnya

Atas adanya ancaman itu, warga Pekayon korban gusuran menyesalkan dugaan provokasi yang dilakukan oleh Wali Kota Bekasi agar warga saling berbenturan demi mempertahankan kesombongan penguasa karena menurut warga, provakasi atau adu domba ini sebagai bentuk rezim Orde Baru

Warga pun terus akan malakukan perlawanan terhadap Wali Kota Bekasi jika Pemkot Bekasi tidak memenuhi tuntutan mereka yang meminta ganti rugi rumah mereka yang digusur sejak tahun 2016. Warga pun meminta pertanggungjawaban dari Wali Kota Bekasi akibat dampak gusuran ini

Aliansi Korban Penggusuran Kota Bekasi,  Ridho mengatakan, Pemkot Bekasi beserta jajarannya dinikai gagal dalam menjalankan amanah UUD 1945 dan Pancasila.

Dikatakanya, ada sekitar 206 ribu jiwa warga yang kena dampak penggusuran yang dilakukan oleh Pemkot Bekasi. Bahkan, ada warga yang sudah meninggal dunia.”Sungguh ironis, katanya pemimpin rakyat, tapi ketemu warga korban gusuran aja tidak mau. Perubahan kita hanya diberikan pembodohan kepada rakyat.” ucapnya (norton)

Pos terkait