Busyet..Setiap Tahunnya, Baju Seragam Dinas Bupati Bekasi dan Wakilnya Mencapai Rp1 Miliyar

  • Whatsapp

CIKARANG, TEROPONG INDONESIA.com – Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (Gema Aksi) mengkritisi pagu anggaran pengadaan seragam Bupati Bekasi dan Wakil Bupati Bekasi yang mencapai Rp 1miliyar setiap tahunnya.

Dalam rilisnya, salah satu pengurus Gema Aksi Rahmat Hidayat mengatakan, anggaran tersebut menurutnya terlalu tinggi, dirinya menjelaskan secara detail, untuk Tahun Anggaran 2016 Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Bekasi pengadaan Pakaian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dengan kode rekening 1.20.1.20.03.18.26 sebesar Rp. 1.000.000.000,-.

“Jadi begini, Bagian Perlengkapan tahun 2016 menganggarkan 1 milliar untuk pengadaan pakaian dinas Bupati dan wakilnya dengan 14 jenis pakaian dengan total pakaian lengkap sebanyak 126 buah.” kata Abu sapaan akrabnya

Pria yang pernah menjabat sebagai ketua BEM STT Pelita Bangsa mengatakan hal ini sangatlah tidak logis mengingat pakaian korpri dibeli sebanyak lima stell setiap tahunnya. Padahal seragam tersebut hanya dipakai seminggu sekali, yakni setiap hari rabu.

“Seperti belanja lima stell seragam korpri plus (+) atribut dengan harga persteelnya Rp. 5.300.000,- dan totalnya Rp. 26.500.000,-. Padahal baju korpri hanya dipakai seminggu di hari rabu, untuk apa coba pakaian yang digunakan seminggu sekali dibeli lima steel. Mungkin kalau dua masih masuk akal,” sesalnya.

Rahmat menuturkan pengadaan pakaian yang mencapai Rp 1miliyar, diantaranya, untuk seragam korpri 5 steel 26.500.000 dengan harga satuan Rp5,3juta, untuk pakaian olahraga 8 steel beserta suami Rp72juta dengan harga satuan Rp9juta, 5 pakaian lapangan 35.500.000 dengan harga Rp7,1juta, 5 steel PDL Bupati Rp35juta dengan harga satuan Rp7juta, 5 steel PSR beserta atribut Rp42juta dengan harga satuan Rp8,4juta, 5 steel PSH beserta atribut Rp35juta dengan harga satuan Rp7juta.

Dirinya berharap kedepan, DPRD Kabupaten Bekasi bersama Pemerintah Kabupaten Bekasi dapat menganggarkan untuk pakaian dinas secukupnya atau rasional mengingat kondisi di lapangan masih banyak masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan.

“inilah salah satu penyebab kemiskinan di Bekasi, pakaian untuk Bupati dan wakilnya saja dianggarkan satu milliar, padahal bisa dialokasikan setengah anggarannya untuk program pemberdayaan usaha kecil masyarakat. Dan disinilah nalar sensitif Anggota DPRD sebagai Wakil Masyarakat dipertegas” harapnya (red).

Pos terkait