Warga Pekayon Keluhkan Debu Batching Plant Apatemen Grand Kamala Lagoon.

BEKASI, SELATAN,  TEROPONGINDO.com – Pembangunan Apartemen Grand Kamala Lagoon  di Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan kembali dikeluhkan sejumlah warga setempat.

Pasalnya, selama proses pembangunan apartemen tersebut pun acap kali merusak kenyaman warga terutama yang berdomisili dekat dengan lokasi pembangunan.

Rojak (64) seorang warga RT 006/ 003 Kelurahan Pekayon Jaya, mengatakan, waktu tidurnya selalu terganggu dengan suara bising yang bersumber dari lokasi proyek.

Tak hanya itu, ia pun mengeluhkan debu dari Batching Palnt dan waktu pembangunannya yang dilakukan secara non-stop.

“Dulu kesepakatannya pengerjaannya sampai pukul 21.00 WIB, tapi kenyataannya sampai 12 malam juga masih berjalan,” ungkapnya kepada Teropongindo.com, Sabtu (11/11/2017)

Ironisnya lagi sambung dia, soal kebisingan yang diakibatkan proyek tersebut, dirinya hanya menerima kompensasi sebesar Rp 50 ribu dan itu hanya berjalan selama tiga kali saja.

“Dulunya dibilang tiap bulan, tapi kenyataanya per tri wulan,’ ucap Rojak

Disinggung apakah Wali Kota pernah sidak ke pemukiman warga , dengan logat ‘Betawinya’ ia pun mengaku boro – boro Wali sidak, RT dan RW aja tak pernah sidak ke warga

” Kita uda pernah laporin ke RT dan RW, tapi kagak pernah direspon, lantas kita mau ngadu kemana,” sebut dia

Tidak itu saja, ungkap Rojak bahwa Batching Plant milik PP Property tersebut sudah pernah meletup dan menyemburkan debu sampai ke pemukiman warga sekitar. Namun, pihak pemerintah ataupun GKL tidak pernah mengunjungi warga

“Sebenarnya kita sudah tidak layak lagi untuk tinggal disini. Kita cuma minta lahan kita dibebasin aja, ” tuturnya

Hal yang tak jauh berbeda juga dikatakan Wati (47) warga RW 06 Pekayon Bekasi Selatan. Dia mengungkapkan bahwa dirinya pun merasa terganggu atas aktivitas malam proyek pembangunan Apartemen Grand Kamala Lagoon

Padahal, jarak rumahnya kira – kira sekitar 50 meter dari lokasi proyek. Sehingga dirinya merasa miris atas kegaduhan yang didengar warga sekitar yang lokasinya lebih dekat dengan lokasi proyek (ton)

Pos terkait