Diduga, Ada Kongkalikong Terbitnya Surat Tidak Sengketa Tanah Pangkalan Bambu

BEKASI SELATAN, Sejumlah warga Kampung Pangkalan Bambu RW 01 Kelurahan Marga Jaya, Bekasi Selatan Kota Bekasi mempertanyakan Surat Keterangan Tidak Sengketa yang diterbitkan oleh pihak Kelurahan tertanggal 6 November 2015 dengan nomor 543/40-KLMJ/XI/2015 

Pasalnya, tanah dengan luas 45.985 meter persegi yang terletak di Kampung Pangkalan Bambu RT 03/001 dan RT 04/001 Kelurahan Marga Jaya diklaim oleh Engkus Prihatin selaku pemilik sah tanah tersebut

Bacaan Lainnya

Sumber menuturkan bahwa dirinya menduga ada intervensi dari pihak Kelurahan Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan dengan mengutus orang menyuruh untuk menanda tangani surat keterangan tidak sengketa bahwa tanah tersebut milik Engkus Prihatin

“Waktu itu ada seseorang datang kerumah, menyuruh menanda tangani surat keterangan tidak sengketa dan mengiming-imingi dengan sejumlah uang senilai 2 milyar. Pada dasarnya saya tanda tangan, kalau saya menyatakan tidak sengketa dia siapa (Engkus red). dia hanya mengaku – ngaku bukan warga kampung bambu.” kata sumber menambahkan

Warga disini kurang lebih ada sekitar 40 Kepala Keluarga (KK) di RT 03 dan RT 04. Kalau sudah dinyatakan tidak sengketa harusnya duduk bersama dengan warga bikin berita acara terang sumber

“Jadi ada bukti oret-oretan bahwa tanah tersebut milik dia (Engkus-red) tidak sengketa harusnya ada berita acara dari warga dan RT/RW yang mana yang mau dibebaskan atau yang tidak warga heran tanpa diketahui kok surat keterangan tidak sengketa bisa keluar ” kata dia heran

Sementara itu Lurah Marga Jaya saat dikonfirmasi melalui stafnya Abdul Rozak mengatakan, bahwa warga tidak tahu bahwa ada surat keputusan dari Mahkamah Agung (MA) menyebutkan tanah itu milik Engkus Prihatin. Kata Rozak Selasa (31/10) diruang kerjanya yang kebetulan ikut tanda tangan sebagai saksi dalam surat keterangan tidak sengketa

Dikatakan Abdul Rozak, karena Engkus memiliki bukti-bukti kepemilikan Akta Jual Beli(AJB) ada girik ada SPPT dan ada keputusan pengadilan Petun Pengadilan Kejaksaan. sebut Rozak panik

Pada saat diminta memperlihatkan salinan hasil putusan MA Rozak  berkilah tidak diberikan oleh Engkus kesaya takut salah gunakan. Kata Abdul Rozak yang kebetulan ikut tanda tangan sebagai saksi dalam surat keterangan tidak sengketa pada saat itu

Saat ditanya pihak kelurahan telah intervensi ke warga untuk menanda tangani surat keterangan tidak sengketa Abdul berkelit

“Ga ada itu intervensi ke warga, warga yang mana yang menolak surat tidak sengketa, warganya punya tanah disitu ga ” ujarnya

Sekarang kalu warga mau komplin kata dia,  bukti-bukti kepemilikanya apa ?, kalau mau komplin harus punya bukti.

“Saya belum pernah lihat warga komplin bawa bukti-bukti surat kepemilikan , ” kata dia

Menurut Rojak, Surat keterangan tidak sengketa tidak ada masalah, walaupun warga tidak menanda tangani surat keterangan tidak sengketa. jelasnya

Lebih lanjut Abdul Rozak mengatakan bahwa warga tidak memiliki bukti sama sekali, beda dengan pak Engkus sebut rozak 

Bahkan Abdul Rozak tantang warga bila memiliki bukti – bukti kepemilikan, silahkan komplin dan  bawa kemari

Berita sebelumnya, masyarakat atau penghuni juga mulai resah lantaran kabar atau informasi yang beredar telah ada pembayaran lagi sebesar Rp 6 miliar yang telah diakui Engkus Prihatin sejumlah Rp 700 juta sebagai DP. Dan Rp 6,5 miliar pembayaran tahap pertama hingga setidaknya total penerimaan sebesar Rp 13 miliar 200 juta (ton)

 

Pos terkait