WALHI : Dikelola DKI, Pencemaran di Bantargebang Semakin Buruk 

BEKASI, Teropong Indonesia.com Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengingatkan kepada Dinas Kebersihan DKI Jakarta agar bisa melakukan perbaikan dalam pengelolaan sampah warga yang dibuang di TPS Bantargebang, Kota Bekasi.

Menurut keterangan Dwi Saung, bidang Pengkampanye Perkotaan dan Energi WALHI menuturkan bahwa ada yang dilanggar oleh Pemerintah DKI Jakarta dalam mengelola sampah di Bantargebang.

Bacaan Lainnya

“Pengelolaan saat ini itu dengan metode open dumping dan ini bertentangan dengan UU No 18 tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah,” katanya.

Sistem pembuangan open dumping sendiri semestinya sudah tidak diberlakukan lagi karena banyak menimbulkan persoalan mulai dari kontaminasi air tanah oleh air lindi, bau, ceceran sampah hingga asap. “Jadi DKI semenjak awal tidak mampu mengelola,” ujarnya.

Semestinya, Pemprov DKI bisa menerapkan sistem pengelolaan sampah dengan metode pemilahan sampah di sumber sampah. “Kalau kita sudah ingatkan, tapi Pemrov DKI malah cuek, pada hal  maka ini bisa jadi bom waktu.

Kepala Dinas Kebersihan sendiri kepada kita membantah kalau masih ada masalah dalam pengelolaan sampah di Bantargebang,” tutur pria yang tinggal di Kota Bekasi ini.

“Kami sendiri menyesalkan kalau pengelolaan sampah pada saat ini yang dikerjakan oleh Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta lebih buruk dari sebelumnya.

Lihat air dan udara masih tercemar. Pernah terjadi longsor pada Maret, April. Tinggi gunung sampah hingga 40 meter lebih,” tandasnya (THE JACK.CO)

 

Pos terkait