Curhatan Warga Korban Gusuran Yang Tinggal Didekat Dikandang Ayam.

BEKASI SELATAN, Warga Kampung Poncol Bulak, Bekasi, korban penggusuran meminta Pemerintah Kota Bekasi memberikan hunian yang layak. Sebab, sudah setahun mereka digusur hingga terpaksa tinggal di tenda darurat yang dekat kandang ayam.

Ada 147 warga yang menempati tenda darurat. Mereka adalah warga eks pemilik bangunan di atas lahan irigasi di wilayah Jakasetia, Bekasi Selatan.

“Kita sudah capek ngadu ke DPRD dan Komnas HAM, kami cuma minta dimanusiakan diberikan hunian yang layak,” ujar salah satu korban penggusuran Rosalina Sitinjak di lokasi tenda darurat, Jalan Pulo Ribung, Jakasetia, Bekasi Selatan, Selasa (31/10/2017).

Penggusuran dilakukan Pemkot Bekasi karena rencananya untuk pembangunan jalan dan saluran. Namun sejak penggusuran Oktober 2016, hingga sekarang belum ada pengerjaan.

Beberapa warga pun membangun posko atau tenda pengungsian di lokasi. Rosalina membangun gubug dari kayu di atas puing bangunan.

“Sudah hampir setahun saya tinggal di sini, Kalau dilihat memang tidak layak tapi kenyataannya seperti ini,” kata Rosalina menunjuk gubugnya di samping kandang ayam.

Senada dengan Rosalina, Ahmad Kahfee mengaku ditelantarkan pasca penggusuran oleh Pemkot Bekasi. Jangankan ganti rugi, relokasi ke rusunawa saja tidak ada.

“Sekarang buat ngontrak saja nggak kuat. Padahal kami juga warga Bekasi yang memiliki identitas,” kata Ahmad.

Sedangkan Diding, korban gusuran lainnya mengaku pasrah. Dia menaruh harapan besar agar diperhatikan pemerintah.

“Paling tidak beri kami tempat tinggal yang layak, jangan terlantarkan kami seperti ini,” tuturnya.

‘ Mediasi dengan Wali Kota Bekasi’ 

Sementara itu. Kabag Dukungan dan Mediasi Komnas HAM, Johana Nunik hari mendatangi lokasi pengungsian. Komnas akan memediasi warga dengan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

“Selanjutnya, kami buat jadwal mediasi warga dengan Wali Kota, rencana kami jadwalkan tanggal 7 November semoga bisa datang untuk duduk bersama di proses mediasi,” kata Johana.

Johana menjelaskan proses mediasi itu untuk melihat proses penggusuran. Pihaknya juga akan menanyakan tentang nasib warga.

“Nanti kita akan bertanya ke Wali Kota tujuan dari pengusuran, lalu peruntukannya bagaimana, dan kepemilikan tanah mereka yang sudah gusur dan hancurkan. Nanti hasil mediasi kita paparkan ke publik,” pungkasnya (ton)

 

Pos terkait