Satukan Misi, IWO Dan Pemkot Bekasi Sepakat Tangkal Berita Hoax

Bekasi, Teropong Indonesia.com – Silaturahim Pengurus Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Bekasi dengan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi didampingi Kabag Humas Setda Kota Bekasi Bekasi, Eddy Dadiyo menghasilkan kesamaan pemahaman terkait bagaimana menangkal berita-berita hoax.

Kedua belah pihak sepakat diperlukan kerjasama dengan komunikasi yang intens antara jurnalis dengan narasumber dalam hal ini pejabat dilingkungan Pemkot Bekasi.

Bacaan Lainnya

“Sebagai ketua IWO saya berharap kepada Wali Kota untuk bisa saling membantu meminimalisir berita hoax. Karena IWO tidak bisa sendiri dalan menangkal berita hoax tanpa peran serta dari narasumber termasuk unsur birokrat dilingkungan Pemkot Bekasi.” tutur Ketua IWO Kota Bekasi, Iwan Nendi Kurniawan pada media usai audiensi dengan Wali Kota Rahmat Effendi Rabu, (27/9/2017).

Iwan menegaskan Kemitraan yang IWO harapkan kedepan harus ada komunikasi yang intens jika ada hal-hal yang berkaitan dengan sebuah pemberitaan

Sementara, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyatakan respon positifnya dengan visi yang diusung IWO dalam hal penyajian informasi publik yang obyektif dan berimbang.

Maka itu, kata dia, dirinya sepakat perlunya komunikasi yang baik dan intens agar tercipta kemitraan yang baik dan pada akhirnya bisa melahirkan berita yang valid.

Meskipun diakui Pria akrab di sapa Bang Pepen ini kerap menerima keluhan dari kalangan pewarta ketika ingin menemui SKPD sebagai narasumber pemberitaan.

“Anekdotnya, jangankan lagi mau memberikan berita meminta informasi aja susah, sehingga timbul interpretasi berbeda dan negatif. Hanya kadang-kadang proses pemberitaan itu ada juga yang tidak berimbang. Dan yang sering kita sesalkan cuma bilang gini “ya udah somasi aja pak.” ujar Rahmat

Dia menambahkan, dirinya bukan orang yang anti kritik dan masukan. Maka itu, kata walikota, dirinya sepakat perlunya komunikasi yang baik dan intens agar tercipta kemitraan yang baik dan pada akhirnya bisa melahirkan berita yang valid.

“Tapi setidaknya upaya dan komitmen itu harus jadi nilai konsistensi.” tandasnya (norton)

 

Pos terkait